Bahasa Alam
Derik dahan dan ranting pohon akan senantiasa terdengar ketika bergoyang goyang dipermainkan angin.
Dalam Pelukan Alam
Ketika mentari mulai menampakkan biasnya di ufuk, tetes embun yang akrab di dedaunanpun mulai sirna. Kicau burung yang riang menjemput pagi lambat laun mengusir dingin yang tersisa. semilir angin yang mulai berhembus, memberikan tanda terik mulai beranjak dan tersenyum lebar menerangi hari. Begitu indah....semua saling mengisi....saling memberi kesempatan....tak ada yang berebutan....tak ada yang serakah.
Biarlah air mengalir
Terik mentari masih cerah benderang menunjukkan keangkuhan dalam tahta siangnya, semilir angin gunung yang akrab bercanda dengan ranting dan dedaunan pun mengalunkan lagu lagu alam, kokoh batang batang besar pohon yang tampak terlihat kekar menjulang pun ikut menari mengikuti senda dan tawa sang angin, Kicau burung kecil seakan riang bergembira terbang kesana dan kemari menikmati sentuhan sang penguasa siang.
Kerukunan Alam dan Penghuninya
Sungguh sangat sempurna ciptaan Tuhan, seluruh penghuni alam semesta adalah sebagian kecil dari detil kesempurnaanNYA. Secara kasat mata setiap mahluk ciptaannya akan saling mengisi dan berbagi, dan setiap mahluk akan dapat menghidupi mahluk lain yang sudah menjadi garis lurus ekosistem. Dalam bahasa alam semua mahluk akan saling memberi dan menerima, baik itu tumbuhan, hewan, serangga dan manusia.
Jangan biarkan alamku merana
Ketika mentari baru saja membangunkan pagi dengan bias cahayanya, serta sepoi angin dingin menemani kicau sang burung menyapa alam sambil meneguk tetes embun yang terakhir. Dibawah sana....diatas rerumputan hijau tampak sekumpulan kabut yang masih malas-malasan beranjak pergi, meninggalkan merdu gemericik alir sungai ditepian berbatu.
Jumat, 09 Desember 2011
Bila Pasangan Selingkuh
Rabu, 21 September 2011
Untai Perjalanan Sang Polisi yang Artis
Orderpun mengalir dari berbagai program infotainment, saking padatnya acara sang Briptu sampai sampai komandannya harus mendampinginya dalam setiap penampilannya. Para pengorder sang Priptu untuk mengisi sebuah acarapun harus sabar mengantri menunggu giliran. Belum lagi tawaran tawaran untuk mengisi dapur rekaman hingga ke sinetron. Sehingga tawaran demi tawaran inilah yang seketika melambungkan harga kontraknya, denger denger sih tawaran kontraknya sempat menyamai nilai kontrak seorang Anang yang notabene telah lama malang melintang di dunia entertainment.Briptu Norman pun menjadi Idola, dari anak-anak hingga orang tua, juga tidak sedikit para artis beken yang juga mengidolakan sang Briptu. Sehingg tak ayal Popularitas Briptu Norman mengalahkan Presiden SBY (menurut beberapa media cetak maupun televisi).
Briptu Norman pernah diwawancarai oleh beberapa stasiun televisi perihal keinginan dia dengan kondisi popularitasnya yang ada saat itu, apakah Briptu Norman akan banting setir menjadi artis dan melepaskan seragamnya ataukah akan tetap dengan uniformnya sebagai Anggota Brimob. Namun dengan tegas dia mengatakan bahwa sesungguhnya dunianya adalah sebagai Pelindung dan pengayom masyarakat yaitu sebagai Anggota Kepolisian, sehingga baginya tidak terpikirkan sama sekali untuk harus mencopot seragam kepolisian tersebut. "Toh kalaupun ada order untuk mengisi suatu acara, atas ijin atasan.., saya masih bisa memenuhi permintaan penggemar saya..."
Waktupun berlalu, berbagai hal terlewatkan, dan sampailah sang Briptu di persimpangan jalan. Indahnya kehidupan selebriti serta berbagai teguran, peringatan hingga sangsi yang pernah dia alami, memaksa Norman Kamaru harus memilih. Tetap sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat dengan seragam Brimob, ataukan melewatkan hari harinya diantara gemerlap kehidupan Selebriti. Apalagi tawaran dengan nilai kontrak yang mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah sangat mengusik pendiriannya, sementara dipihak lain berkali-kali Norman harus berurusan dengan Korpsnya akibat menurunnya kedisiplinnya sebagai anggota Polisi.
Komentar..., dukungan..., usulan dan protespun mulai mengalir dari para penggemar dan fans Norman, mulai dari yang mendukung Norman untuk beralih profesi menjadi artis, hingga yang memprotes apabila Norman melepaskan seragam Kepolisiannya.Sehingga tidak heran bila beberapa waktu belakangan ini, berbagai media mulai ramai dengan berita berita mengenai Norma Kamaru.
Adakah orang yang dapat menjamin cemerlangnya karir saya sebagai anggota polisi diwaktu mendatang....? Adakah orang yang dapat menjamin kelayakan hidup saya di masa yang akan datang....? Sedangkan antrian Kontrak yang sudah pasti akan merubah taraf kehidupan saya saat ini dan dimasa yang akan datang, tinggal menunggu jemari tangan saya menari menggoreskan tinta untuk menandatanganinya. Kurang lebih pemikiran pemikiran seperti ini yang berkecamuk dalam pikiran Norman Kamaru sehingga dia memutuskan untuk hengkang dan mundr dari Kepolisian. Norman sendiri belum memberikan pernyataan apa-apa mengenai alasan mengunduran dirinya, meskipun dia sempat mengatakan bahwa memang "ada apa-apanya" sehingga dia harus mundur dari kepolisian. Begitu pula ketika ditanya apa rencana dia setelah berhenti sebagai anggota kepolisian, norman hanya mengatakan bahwa dia belum memiliki rencana apa-apa, dan saat ini saya sudah siap kalaupun harus menjadi tukang "ojek" ataupun "Supir Taksi".Sabtu, 10 September 2011
Mobil Terbang
Jalanan Macet...?? terbang aja...
Terrafugia yang dilepas ke pasaran nanti akan dilengkapi fitur keamanan tambahan, seperti airbag, pelindung kokpit dan juga penyerap energi ruang hampa.
Jumat, 09 September 2011
Salah Satu Pahlawan Indonesia
RIO HARYANTO
Selasa, 09 Agustus 2011
Salah Tulis Rambu Lalulintas
Instruksi yang dimaksudkan agar tidak ada mobil yang diperbolehkan untuk parkir di pinggir jalan itu dibuat dengan font yang sangat besar sehingga terlihat sangat mencolok. Bahkan tak sedikit warga yang protes, karena kesalahan penulisan tersebut dianggap mengganggu.
"Aku sama sekali tidak dapat percaya bagaimana mereka dapat begitu bodoh. Anak kecil saja dapat mengeja kata itu dengan baik," ujar Irene Willis (76), seorang warga yang tinggal di dekat persimpangan jalan di mana instruksi yang salah penulisan itu berada.
"Kesalahan tersebut mungkin dapat dimaafkan, ketika warga tidak perlu lagi membayar uang pajak untuk mengganti tulisan tersebut," imbuh Irene, sebagaimana dikutip dari Dailymail, Jumat (5/8/2011).
Banyak pejalan kaki yang terdiam sejenak ketika melintas di persimpangan jalan itu dan tertawa setelah membacanya.
Tetangga Irene, Bill Chapman (56) mengatakan, "Ini lucu, seperti ada aksen baru di daerah kami," guraunya.(rhs)
Jumat, 29 Juli 2011
Jangan biarkan Alamku Merana
Cahaya benderang sang penguasa siang mulai menjamah setiap sudut belantara, kehangatan sang surya mulai menyapa ranting dan dedaunan yang menari lembut ditemani sepoi semilir angin. Keakraban dan kehangatan alam seketika terkoyak tatkala deru mesin pemotong kayu menggema merobek keheningan pagi, disusul oleh derak batang pepohonan yang tumbang satu demi satu. Rimbun dedaunan pelengkap belantara tak ada lagi, keindahan pagi terenggut hanya dalam beberapa saat..., keakraban dan kerukunan alam terenggut hanya demi keinginan dan keserakahan.
Kini...., tidak ada lagi hijau dedaunan yang sering menari ketika hembus angin menyambut pagi, tak ada lagi kicau merdu sang burung yang bersahutan menyapa pagi, dan tak ada lagi bunyi tetes embun terakhir minitik menerpa permukaan batu ketika mentari mulai meninggi. Yang ada hanyalah sisa sisa keserakahan ditengah tandusnya tanah tanah terbelah, panas dan merekah......Jangan biarkan Alamku Merana......
Kamis, 28 Juli 2011
Kerukunan Alam dan Penghuninya






















































































